Membakar Lubang Tikus dengan Menggunakan Gas Elpiji

Beberapa waktu yang lalu salah seorang teman petani yang berasal dari Sukoharjo – Jawa Tengah bercerita, bahwa dia dan teman petaninya di sana, memiliki cara baru dalam membasmi hama tikus di areal persawahan mereka.

Jadi, saat ini mereka mulai menggunakan tabung elpiji untuk membakar dan menghasilkan asap di lubang rumah tikus. Jadi tabung elpiji tersebut akan disambungkan ke regulator berbentuk pipa, dari regulator tersebut dapat diatur besar – kecilnya api yang dihasilkan.

Menurut dia, cara ini cukup mudah untuk diaplikasikan, dan hasilnya juga cukup memuaskan. Bahkan efek sampingnya juga tidak ada, jadi boleh dibilang seperti menemukan cara yang terbaik dalam membasmi tikus.

Hal pertama yang harus dilakukan oleh para petani di sana, yaitu mereka harus menemukan dulu lubang tempat persembunyian tikusnya. Setelah ketemu, maka mereka akan membakar belerang atau potongan ban bekas di dalam lubang tersebut.

Tujuannya agar dalam lubang tikus tersebut terbentuk banyak asap, sehingga hal tersebut akan membuat tikus yang ada di dalam lubang menjadi mati lemas, dan kalaupun tikusnya masih selamat dan lari keluar, maka para petani sudah siap dengan pentungan masing-masing. Tetapi menurut dia, bahwa jumlah tikus yang bisa lari keluar jumlahnya sangat sedikit.

Saat pembakaran berlangsung, sebagian besar mulut lubang akan disumbat dulu dengan menggunakan lumpur. Jadi, penyumbatan ini berfungsi untuk mencegah asap agar tetap di dalam, dan menghambat gerak keluar dari tikus di dalamnya.

Setelah api dinyalakan dengan menggunakan gas dari tabung elpiji melon 3 Kg, maka dalam dua sampai tiga menit tikus akan berusaha untuk keluar dari lubang. Biasanya tikus yang bisa keluar adalah tikus yang ukurannya besar, tetapi yang masih bayi dan masih kecil, akan mati lemas di dalam lubang.

Cara ini jauh lebih efektif jika dilakukan secara bersama-sama dengan beberapa orang sekaligus, jadi jumlah tikus yang melarikan diri akan sangat sedikit.

Untuk instalasi alatnya sendiri total menghabiskan biaya Rp 250.000. Harga ini adalah harga alatnya saja, tanpa tabung elpijinya, sedangkan jika membeli regulatornya saja dijual dengan harga Rp 125.000.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan