Menyadap Rupiah dari Getah Pepaya

Getah pepaya adalah bahan yang sangat dibutuhkan untuk bahan baku industri. Fungsi getah pepaya sendiri, digunakan sebagai bahan baku pembuat pasta gigi, sebagai bahan perenyah dalam pembuatan kue kering (misalnya cracker), sebagai bahan penggumpal susu pada proses pembuatan keju.

Selain itu getah pepaya juga digunakan sebagai bahan pelarut gelatin, dan pencuci lensa. Beberapa juga digunakan sebagai bahan yang digunakan untuk mengempukkan daging.

Pada dasarnya jika batang, daun, dan buah pepaya ada yang terluka, maka dari luka tersebut akan mengeluarkan getah. Lalu getah inilah yang akan diambil untuk dijual. Meskipun demikian, ternyata kandungan enzim papain dari getah-getah yang keluar dari seluruh bagian pohon pepaya tidaklah sama kadarnya.

Misalnya saja seperti getah yang terkandung dari batang dan daun pohon pepaya, ternyata hanya memiliki kandungan sekitar 200 MCU/gram, sementara kandungan dari buah pepaya sebesar 400 MCU/gram.

Ada literatur yang mengatakan bahwa getah pepaya yang dihasilkan dari buah bisa mencapai 440 Kg/tahun/hektar.

 

Cara menyadap getah dari buah pepaya:

Cari buah pepaya yang sudah berumur 2,5 – 3 bulan. Sedangkan waktu yang baik saat menyadap getah buah pepaya adalah pagi hari, atau sebelum matahari bersinar terik, atau saat sore hari setelah matahari terbenam.

Kemudian buat luka sayatan dari pangkal buah sampai ujungnya, dalamnya luka sayatan sedalam 1-2 mm sedangkan jarak antar sayatan 1-2 cm, dan batasi jumlah sayatan sebanyak 5 sayatan saja dalam satu buah.

Penyadapan getah dilakukan 4 hari sekali, dan untuk setiap buah pepaya maksimal hanya boleh ditoreh sebanyak 7 kali. Selanjutnya buah dibiarkan matang untuk dikonsumsi.

 

Cara mengolah getah pepaya menjadi enzim papain :

Masukkan larutkan sulfit ke dalam air dengan konsentrasi 0,7%. Ukur banyaknya getah dengan menggunakan literan air untuk menentukan banyaknya larutan sulfit yang diperlukan, kemudian campurkan larutan sulfit ke dalam getah pepaya yang sudah terkumpul dengan perbandingan 4:1, yaitu 4 bagian untuk larutan sulfit dan 1 bagian untuk getah pepaya. Kemudian aduk campuran sulfit dan getah hingga terbentuk emulsi yang solid.

Setelah tercampur tuangkan emulsi getah ke dalam nampan dengan ketebalan 1 cm, lalu keringkan di bawah sinar matahari atau simpan di dalam lemari pengering. Biasanya waktu penjemuran memerlukan sekitar 8 jam sampai emulsi bisa padat dan mengering. Sedangkan jika dikeringkan menggunakan mesin pengering dengan suhu 55° C, memerlukan waktu sekitar 6 jam.

Setelah emulsi getah kering akan terbentuk serpihan-serpihan tipis berwarna abu-abu kecoklatan. Selanjutnya tumbuk serpihan tersebut dengan alat giling hingga menjadi tepung lalu kemas dalam plastik yang tertutup rapat.

 

Selain itu, getah pepaya juga bisa diolah menjadi tepung papain. Caranya getah pepaya yang sudah dipanen dijemur atau dikeringkan pada suhu 60°-70°C selama 12 jam. Selama penjemuran atau pengeringan, kebersihan getah dan lingkungan harus betul-betul dijaga.

Setelah kering, kemudian ditumbuk dan disaring hingga didapat tepung halus, dan siap dikemas untuk dijual.

 

Yang jadi masalah, bahwa sampai saat ini saya masih belum menemukan tengkulak atau pihak yang bisa membeli dan menampuh hasil panen dari petani, yang ada adalah para penjual getah pepaya ini saja. Jadi meskipun ada yang mengatakan soal harga jual yang menggiurkan, tetapi pada kenyataannya untuk para pemula sulit untuk menemukan pasar maka itu sama saja seperti kerja percuma. Jadi saran saya, sebaiknya anda menemukan dulu pembelinya, baru anda mulai produksi, jangan sampai anda sudah panen tetapi tidak ada yang membelinya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan