Cara Membuat Pupuk Kompos Sendiri di Rumah

Untuk kita yang senang berkebun, kebutuhan pupuk adalah hal yang wajib dipenuhi, lalu mengapa kita harus belajar untuk membuat sendiri kompos di rumah? Hal yang paling utama adalah faktor biaya pengadaan pupuk tersebut. Jadi, jika kita bisa membuatnya sendiri di rumah, maka pastinya biaya harga pupuk akan lebih murah.

Karena itu tidak ada salahnya jika kita menyimak sedikit proses pembuatan pupuk kompos, yang diajarkan oleh salah seorang kenalan. Dia sudah sering membuat pupuk kompos sendiri di rumahnya, boleh dibilang dia sudah memiliki pengalaman.

Berikut adalah peralatan, bahan yang diperlukan, dan cara pembuatannya:

Peralatan yang perlukan:

  1. Cangkul
  2. Ember
  3. Terpal plastik hitam

 

Sedangkan bahan yang diperlukan :

  1. Probiotik EM4 untuk pertanian, biasanya botonya berwarna kuning
  2. Molase atau gula (gula putih atau gula enau)
  3. Sekam bakar
  4. Kotoran hewan (bisa dari sapi, kambing, atau ayam)
  5. Sampah sayuran / daun-daunan / batang pisang (bisa juga anda mencampur semua bahan tersebut.

Cacah bahan-bahan yang akan anda gunakan tersebut sampai menjadi cacahan kecil-kecil.

  1. Tanah
  2. Air
  3. Dolomit (dikenal juga sebagai kapur pertanian)

 

Sebelum memulai membuat kompos, jika bisa tempat yang akan anda gunakan untuk produksi lantainya berupa lantai semen. Tetapi jika tidak, maka anda bisa menggunakan terpal plastik hitam sebagai alasnya. Tetapi menurut dia, bahwa kotak kayu berbentuk persegi (ukuran 1×1 atau 2×2 meter dengan tinggi 0,5 meter) adalah tempat yang paling baik sebagai wadah dalam membuat pupuk kompos ini. Jadi intinya, bahwa semua media bisa digunakan, hanya saja perlakuannya yang berbeda.

Proses pembuatan:

  1. Pertama kita siapkan dulu air sebanyak 25 liter, lalu masukkan EM4nya sebanyak 0,5 liter. Masukkan juga ke dalam larutan tersebut, gula atau molase yang sudah dicairkan sebanyak 500 gram.
  2. Selanjutnya pada dasar lantai, sebarkan tanah secara merata, kemudian taburkan diatasnya sekam bakar, dan pupuk kandang. Pada bagian paling atas sebarkan sayuran/daun-daun/batang pisang. Untuk ketinggian sampah organik yang akan dijadikan kompos yaitu 10 – 20 cm.
  3. Kemudian taburkan dolomit diatas semua tumpukan bahan tadi.
  4. Kemudian taburkan air ke atas tumpukan tadi, hanya jangan terlalu basah, tetapi cukup sampai kondisi tumpukan menjadi lembab saja.
  5. Lakukan proses no 2 sampai no 3 lagi, sehingga nantinya akan terbentuk beberapa lapisan.
  6. Setelah anda selesai menebarkan semua bahan tadi, maka sekarang saatnya menutup tumpukan lapisan bahan tadi dengan menggunakan plastik atau terpal. Tujuannya agar tumpukan bahan tadi tidak sampai terkena panas sinar matahari dan air hujan.
  7. Sekali seminggu, buka plastik penutupnya, lalu aduk semua bahan tersebut sampai merata, kemudian tutup kembali dengan terpal seperti sebelumnya.
  8. Biasanya pupuk kompos akan jadi, setelah 2 – 4 minggu. Ciri pupuk kompos yang sudah jadi, yaitu semua bahan seperti sayuran, batang pisang, sampah daun akan hancur dan berbentuk seperti tanah. Dan saat anda memegang pupuk kompos yang sudah jadi tersebut, maka sensasinya seperti memegang tanah yang sangat gembur.
  9. Kompisisi yang dianjurkan untuk menanam di pot atau polybag, yaitu dengan menggunakan campuran 1:1 yaitu satu bagian untuk tanah, dan satu bagian untuk pupuk kompos.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan