Pohon Sengon Banyak yang Mati Mengering

Sebelumnya perlu saya tegaskan dulu, bahwa saya tidak pernah menyaksikan hal seperti ini, yaitu banyak sekali pohon sengon yang sudah berukuran besar, mengalami kerontokan daun dan pohonnya nampak seperti mengering. Kejadian ini terjadi hampir di semua pohon sengon di tempat kami. Sedangkan untuk pohon sengon yang masih sehat jumlahnya semakin berkurang saja, dan semakin banyak yang terjangkiti.

Gejalanya yaitu pada daun pohon sengon yang masih muda, dia akan menggulung (dalam bahasa Jawa kami menyebutnya dengan “nglontong“), sehingga dalam satu pohon bisa menjadi beberapa gulungan-gulungan daun, dan setelah itu daun pohon sengon tersebut rontok semuanya, sampai ke ranting yang paling pucuk.

Lalu setelah itu pohon sengon akan nampak mengering dari ranting yang paling atas, kemudian akan menjalar sampai ke batang yang ada di bawah. Hanya saya tidak tahu apakah proses pengeringan pohon sengon ini, juga akan berlangsung sampai ke bagian akarnya. Karena memang saya belum mencoba untuk menggalinya.

Orang-orang tua di tempat kami, mengatakan bahwa kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi, dan sebelumnya belum pernah ada kejadian seperti ini. Bahkan selama ini tidak pernah ada penyakit ataupun hama yang menyerang tanaman sengon, sehingga memang kejadian seperti cukup membuat kaget dan penasaran akan apa yang terjadi.

Bagi sebagian orang yang tidak memiliki pohon sengon, mungkin kejadian seperti ini tidak ada artinya, tetapi bagi para pemilik pohon tersebut, mereka pastinya megalami kerugian yang cukup besar, bahkan mungkin mereka akan mengalami gagal panen.

Bahkan sampai sekarang, sengon-sengon tersebut tidak dilakukan tindakan pencegahan dan pengobatan apapun, dan membiarkan saja pohon sengon tersebut berguguran satu-persatu. Karena memang tidak tahu akan apa yang harus dilakukan.

Tetapi saat saya berbincang dengan salah seorang warga, dia mengatakan bahwa saat dia naik untuk melihat apa yang terjadi pada daun pohon sengon tersebut, dia mengatakan bahwa di atas pohon ada belalang-belalang kecil berwarna gelap. Bentuk, warna, dan ukuran dari belalang ini sebelumnya tidak pernah dikenal oleh penduduk di tempat kami. Mereka baru pertama kali melihat belalang jenis ini.

Bahkan kecepatan melontarkan diri dari belalang ini sungguh sangat cepat, dan jarang ada orang yang dapat melihat caranya meloncat. Kemudian warga tersebut beranggapan bahwa, kemungkinan besar yang menyebabkan kematian pohon sengon ini adalah serangan dari belalang tersebut.

Sebelumnya saya juga merasa bingung, karena daun pohon pisang yang ada di sekitar tempat tinggal kami, juga mengalami kondisi dimana daunnya menjadi berlubang-lubang, dan jumlah lubang tersebut sangat banyak, sehingga bisa menutupi hampir seluruh permukaan daun pisang.

Sebelumnya saya berfikir bahwa itu adalah serangan dari ulat daun pisang, tetapi warga tadi mengatakan bahwa lubang di daun pisang tersebut, juga akibat dari diserang belalang kecil tadi. Padahal sebelumnya saya sangat senang dengan jumlah pohon sengon yang semakin banyak ditanam oleh penduduk di tempat saya, hal ini karena banyaknya pohon sengon tersebut, mengakibatkan suhu udara semakin dingin, dan kualitas udara juga semakin baik.

Setelah jumlah curah hujan yang turun di tempat kami semakin banyak, sepertinya serangan dari belalang tadi juga agak mereda, hanya saya tidak tahu apakah memang bisa benar-benar berhenti, ataukah akan kembali lagi nanti saat curah hujan sudah berhenti.

Mungkin dari pembaca ada yang pernah mengalami seperti yang dialami oleh penduduk di sekitar tempat tinggal saya bisa memberikan komentarnya di kolom komentar di bawah ini. Lebih baik jika bisa memberikan semacam solusi, terima kasih.

Mungkin Anda juga menyukai

6 Respon

  1. syafiudin mn berkata:

    Saya syafiudin pak. Salam kenal. Saya punya sengon yang berusia 2 tahun lebih. Sekarang mengalami hal yg sama bpk ceritakan di atas..persis kondisinya. Daun2 menguning dan rontok. Saya sdh coba lakukan pengairan. ada beberapa yg dapat kembali bersemi. Tapi secara umum masih belum menemukan cara untuk mengatasinya. Barangkali ada informasi untuk solusinya, saya sangat berterima kasih atas sharingnya.

    • Remi berkata:

      Di tempat kami hal ini juga masih belum ada solusinya. Tetapi dari sekian banyak lahan yang terserang ini, ternyata ada satu lahan di tengah lahan yang lain yang tidak terkena. Jadi, cara yang dia lakukan yaitu melakukan pencegahan, misalnya saja membersihkan gulma yang ada di bawah pohon, lalu memberikan pupuk, dan memangkas dahan dan ranting yang sudah tua.
      Hanya saja pencegahan seperti ini, cukup memakan biaya, tenaga dan waktu, karena itu jarang ada yang mau melakukannya.

  2. Sigit berkata:

    Mungkin kalo penyebabnya adalah hewan baik belalang maupun ulat mungkin cara ini bisa dipakai akan tetapi membutuhkan perhitungan yaitu dengan cara fogging atau pengasapan apabila dilakukan secara bersama mungkin akan mengurangi / mengusir hmaa tersebut.

    • Remi berkata:

      Terima kasih sarannya, dan memang benar bahwa setelah melihat dahan sengon yang jatuh ke tanah, ada semacam gumpalan dan setelah dibuka ternyata ada semacam larva serangganya.

  3. Alim berkata:

    Ditempat kami jga sama bnyak yang terserang virus yang terjadi diatas tapi blum tau harus bagaimana solusi pencegahannnya bagi pohon yang blum terkena tersebut. Kami jga mohon mngkin ada pencegahannya atau obat yang harus diberikan spaya tdk terjangkit virus tersebit trimakasih….

    • Remi berkata:

      Saya sendiri sulit untuk mengatakannya, karena memang tidak memiliki solusi yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Balasan